• unit
  • gbanner arab
  • gbanner13
  • gbanner

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


PP. MAQNA'UL ULUM

NPSN : 20577356

Jl. Pahlawan No.72 Sukorejo Sukowono Jember 68194 Jatim


ppmaqnaululum@gmail.com

TLP : 082337605286


          

Banner

Statistik


Total Hits : 195997
Pengunjung : 56518
Hari ini : 6
Hits hari ini : 30
Member Online : 2
IP : 3.228.24.192
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Pesantren Mendidik Tafaqquh Fiddin




Pesan KH. Hasan Abdullah Sahal

Kalau pondok ingin berkembang dan maju, maka pimpinan atau pengasuhnya harus fokus pada santri dan pesantrennya, dan harus punya sibghoh.

Berdasarkan pengalaman Gontor dan pengamatan puluhan tahun terhadap pondok-pondok alumni, untuk para kiai pesantren, harap diperhatikan, sebaiknya:

Kiai jangan berada di bawah yayasan;Kiai jangan merangkap PNS;Guru-guru jangan pula merangkap PNS;Kiai jangan banyak-banyak melakukan kegiatan di luar pondok (dakwah, gerakan politik praktis, dan bisnis);Kiai harus mengajar santri;Kiai jangan mencalonkan jadi bupati atau anggota legislatif;Kiai jangan ikut-ikutan berpartai;Rumah kiai jangan kelihatan megah seperti istana, bahkan kalau perlu tidak lebih baik daripada asrama santri;Keuangan dalam administrasi pondok harus dikelola profesional atau jangan sampai dipegang Bu Nyai.

Kecepatan atau kemajuan pondok sesuai kadar wakafnya, juga kadar keikhlasannya. Bila statusnya diwakafkan 100% dan ditunjang keikhlasan yang tinggi, insya Allahakan berkembang dan maju. Tetapi, jika setengah-setengah, maka setengah-setengah pula perkembangan dan kemajuannya.

Pondok bukan lembaga pergerakan praktis, akan tetapi lembaga pendidikan. Fokuslah dalam mendidik dan mengasuh anak-anak serta menyiapkan mereka untuk menjadi "mundzirul qaum".

Maka, anak-anak harus dididik "tafaqquh fiddin" (mendalami ilmu agama) di pondok supaya bisa menjadi "mundzirul qaum" (pencerah umat). Sebab, yang terjadi sekarang ini mundzirul qaum-nya "ghairu mutafaqqih fiddin". Ini kecelakaan besar untuk umat dan bangsa. Kalau pondok meninggalkan sibghah ini sebagai tempat "tafaqquh fiddin" lalu siapa yang akan mengambil peran ini?

Di pondok, kiai mendidik kehidupan, bukan sekadar mengatur kehidupan. Mengatur kehidupan itu sama saja seperti manajer atau direktur, yang kerjaannya hanya mengikuti atau menjalankan sistem dan SOP yang ada. Sedangkan mendidik kehidupan itu bermakna berbuat dengan ketekunan, keikhlasan, keteladanan, dan keterpanggilan yang dilandasi oleh nilai-nilai, jiwa, falsafah hidup, dan sakralitas. Bukan sekadar mengatur bagaimana santri makan, tidur dan sekolah, akan tetapi mendidik mereka cara makan yang benar, cara tidur yang benar, cara belajar yang benar dengan niat dan orientasi yang lurus. Dan itu bukan sekadar diomongkan, tetapi diteladankan. Itulah mendidik, mendidik kehidupan.

Di pondok itu jangan berpikir “apa” dan “berapa” yang didapat: saya dapat “apa”, keluarga dan anak saya dapat “apa”, fasilitas “apa”. Itu namanya sampah perjuangan. Yang berlaku di pondok adalahapa yang bisa aku lakukan untuk santri dan pesantren. Di pondok pesantren tidak ada transaksi materialistis, tidak ada kontrak-kontrakkan, karena semua yang di pondok ini berangkatnya dari keterpanggilan. Bukan mencari pekerjaan, bukan mencari popularitas! Give, give and give, itu yang berlaku di pondok. Bukan take and give, apalagi take, take and take. Itu sampah perjuangan. Sampah kehidupan.*

*Disampaikan oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor di hadapan Pimpinan atau Pengasuh Pondok Pesantren Alumni Gontor se-Jawa dan Sumatera di Pondok Modern Tazakka pada tanggal 10 April 2016,disarikan oleh Anang Rikza Masyhadi, Ketua IKPM Pekalongan.




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas