• G Banner02
  • G Banner03
  • G Banner03

Mengucapkan Minal Aidin wal Faizin تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ وَتَقَبَّلَ يَاكَرِيْمُ، كُلُّ عَامٍ وَاَنْتُمْ بِخَيْرٍ، جَعَلَ اللَّهُ لَنَا وَإِيَّاكُمْ مِنَ العَائِدِيْنَ وَ الفَاءِزِيْنَ المَقْبُوْلِيْنَ المَغْفوْرِيْنَ

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


PP. MAQNA'UL ULUM

NPSN : 70002521

Jl. Pahlawan No.72 Sukorejo Sukowono Jember 68194 Jatim


ppmaqnaululum@gmail.com

TLP : 082337605286


          

Banner

Statistik


Total Hits : 455341
Pengunjung : 147140
Hari ini : 41
Hits hari ini : 191
Member Online : 2
IP : 44.197.230.180
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Santri Maqnaul Ulum Hadapi Ujian Tahriri




Maqna'ul Ulum — Ujian Pertengahan Tahun Ajaran 1442/1443 H di Pondok Pesantren Maqna'ul Ulum telah memasuki masa ujian tahriri (ujian tulis-red). Setelah Direktur Madrasah Mu'allimin wal Mu'allimat Al Islamiyah ( MMI ), Al Ust. Hifni Zaenul Muttaqien, S.Pd.I dilanjutkan Pengasuh Pondok Pesantren, KH. Mahrus Muhith menyampaikan Pengarahan pada acara Pembukaan Ujian Tahriri tadi pagi, Sabtu (09/10), di depan Auditorium Pondok Pesantren. Seluruh santri diwajibkan menghadiri acara tersebut sebelum mengikuti ujian tahriri yang tinggal menunggu waktu karena beberapa saat setelah selesainya acara mereka akan menuju ruang ujian masing-masing untuk mengikuti ujian mata pelajaran pertama.


Ujian merupakan salah satu agenda di Madrasah Mu'allimin wal Mu'allimat Al Islamiyah yang tidak hanya melibatkan seluruh santri, akan tetapi juga melibatkan seluruh komponen asatidz. Maka, pelaksanaannya pun terorganisir dengan baik melalui Panitia Ujian yang ditentukan Pengasuh. Selain itu, ujian di Maqna'ul Ulum tidak hanya meliputi aspek akademis, akan tetapi juga mencakup aspek mental. Karena ujian di Maqna'ul Ulum ini adalah bagian dari ujian akhlak dan suluk santri, seberapa besar seorang santri dapat mengendalikan dirinya agar tidak memiliki perasaan untuk berlaku curang seperti mencontek, sehingga kejujuran lah yg dikedepankan dalam ujian. Sehingga, ujian ini menuntut seluruh santri dan asatidz untuk bersungguh-sungguh dan jujur. Pondok akan menindak tegas siapapun yang berlaku curang dalam ujiannya.


Selain itu, ujian juga bertujuan mendidik santri-santrinya untuk mencintai ilmu pengetahuan. Menurut filsafat pendidikan Maqna'ul Ulum, belajar itu bukanlah untuk sekedar mengikuti ujian, namun ujian merupakan sarana untuk belajar. Maka, "ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian".



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :

Pengirim : Mahrus -  [mahrus690@yahoo.co.id]  Tanggal : 12/10/2021

Alfu mabruk wa maan najah



   Kembali ke Atas